May 25, 2010

TRITUNGGAL MAHAKUDUS

Rekan-rekan yang baik!

Injil Yoh 16:12-15 yang dibacakan pada hari raya Tritunggal Mahakudus tahun C ini menggarisbawahi kesatuan daya-daya ilahi yang menyertai para murid. Petikan hari ini berasal dari bagian Injil Yohanes yang menyampaikan perkataan dan doa Yesus bagi para murid seusai perjamuan malam terakhir tetapi sebelum ia pergi bersama mereka ke taman Getsemani. Dalam tulisan menyangkut Minggu Paskah VI disinggung bahwa Yoh 15-17 memuat pokok-pokok yang terpenting dalam Injil Yohanes. Meskipun para murid belum dapat menanggung semua yang hendak disampaikan Yesus (Yoh 16:12), seperti dikatakan dalam ayat selanjutnya, Roh Kebenaran akan datang membimbing para murid ke dalam kebenaran.

ROH KEBENARAN

Roh Kebenaran akan membuat para murid mengerti siapakah Yesus yang telah mereka ikuti itu. Roh ini membuat orang menemukan Tuhan Yang Mahakuasa di tengah-tengah manusia. Dia itu ujud nyata bagaimana Yang Mahakuasa memperhatikan manusia. Yang tak terjangkau dan yang menggentarkan itu kini tampil sebagai yang dapat dikenali sehingga orang dapat mendekat. Para murid memang belum mampu menyadari hal ini. Akan datang daya ilahi sendiri membuat mereka menemukan kebenaran hal ini. Dan daya ilahi inilah yang dalam bacaan hari ini disebut Roh Kebenaran. Dengan perkataan lain Roh Kebenaran, Yesus, dan Bapanya ialah daya-daya ilahi yang berpadu membawa manusia agar mengalami Tuhan Yang Mahakuasa dengan cara yang pribadi. Bagaimana memahami misteri ini?

Dalam salah satu episode di hadapan Pilatus nanti Yesus berkata (Yoh 18:37) bahwa ia lahir dan datang ke dunia untuk bersaksi mengenai "kebenaran". Kemudian ditambahkannya bahwa tiap orang yang berasal dari "kebenaran" mendengarkan suaranya. Reaksi Pilatus terungkap dalam ayat 38a: "Apakah "kebenaran" itu?" Pembicaraan ini menandaskan bahwa Yang Mahakuasa datang dan bersabda kepada manusia adalah kebenaran yang dipersaksikan Yesus dengan seluruh kehidupannya. Dikatakan juga, kesaksian ini baru dapat didengarkan bila yang bersangkutan berasal dari "kebenaran" sendiri. Maksudnya, Roh Kebenaran menerangi yang bersangkutan. Tanpa ini orang tak akan dapat sampai ke sana. Paling-paling seperti Pilatus, orang akan bertanya apa itu kebenaran tanpa menemukan jawaban. Orang sudah berada di hadapan dia yang bersaksi mengenai Yang Mahakuasa, namun ironinya, tanpa kekuatan yang datang dari atas sana, orang tidak akan dapat memahaminya.

KESATUAN DAYA-DAYA ILAHI

Misteri Tritunggal Mahakudus dapat dipahami sebagai kesatuan antara "pengasal" daya-daya ilahi, "penyampai"-nya, serta "penerus"-nya. Pengasal daya-daya itu dapat muncul dalam tiap pengalaman religius pada umumnya. Namun Yang Ilahi di sini akan tetap sulit dipahami walaupun orang takkan meragukannya. Dan memang dalam teologi sering disebut-sebut gagasan "deus absconditus", Tuhan yang tersembunyi. Keberadaannya tidak tersangkal, bahkan dapat pula disimpulkan dari kekuatan-kekuatan yang ada di jagat ini. Beberapa sistem filsafat sampai pada penandasan adanya keilahian ini. Namun ia tetap tidak dapat dikenali. Meski terasa dekat tetapi tetap jauh. Pengalaman mistik dalam pelbagai agama banyak mengungkapkan pengalaman ini.

Dia yang tersembunyi ini dialami oleh Yesus sebagai "Bapa". Dan memang seluruh kehidupannya ditujukan untuk memperkenalkan Tuhan Yang Mahakuasa sebagai Bapa. Yang tadinya jauh itu dialaminya sebagai yang dekat, yang dapat dikenali, bahkan yang dapat dipanggil dengan sebutan yang akrab itu. Baik ditekankan di sini "dialami oleh Yesus" dan bukan "oleh orang banyak", "oleh kita" atau "oleh manusia" atau "oleh para murid" sekalipun. Di sinilah kekhasan Injil Yohanes. Yesus menegaskan tak ada orang yang pernah melihat Bapa. Hanya sang Putra sajalah yang melihatnya. Maka siapa saja yang melihat Putra akan melihat Bapa sendiri. Dan dalam kabar Injili, Putra itu ialah Yesus yang lahir di Nazaret, menyembuhkan banyak orang, mengajar mereka mengenai mengenai Bapanya, menderita, wafat dan bangkit dari kematian. Dan siapa saja yang menerima ini semua akan mengenali siapa Dia yang telah membangkitkannya. Dalam hubungan inilah Yang Ilahi tidak lagi melulu dialami sebagai yang tersembunyi melainkan yang telah terwahyukan dalam seluruh kehidupan Yesus tadi. "Deus absconditus" kini tampil sebagai "Deus revelatus".

Dalam artian di atas, Yesus menyampaikan kehadiran atau daya-daya ilahi kepada manusia. Ia membuat orang dapat mengalami daya-daya itu secara nyata. Orang disembuhkan, pengaruh roh jahat disingkirkan, kuasa dosa dilepaskan, orang diampuni dosanya, penderitaan yang merendahkan kemanusiaan membuat orang sadar akan martabat manusia yang sesungguhnya. Injil menggambarkannya sebagai Sabda Tuhan sendiri.

Kemudian setelah Yesus tidak lagi berada di tengah-tengah manusia, datanglah penerus daya-daya ilahi, yakni Roh Kebenaran. Roh inilah yang terus mempersaksikan kehadiran Tuhan di tengah-tengah kemanusiaan. Roh inilah yang membuat kehadiran Yang Ilahi dapat dialami dalam macam-macam ujudnya di dunia kehidupan manusia: dalam perbuatan adil, dalam rekonsiliasi, dalam perbuatan baik, dalam kepedulian terhadap sesama. Roh inilah yang membuat orang dapat menemukan hubungan antara "Deus absconditus" dan "Deus revelatus" dan membuat orang sadar serta percaya bahwa Yang Ilahi yang jauh dan dahsyat itu sama dengan Dia yang memperhatikan manusia yang lemah. Dan bahwa dengan memperhatikan yang lemah, Yang Ilahi makin tampil sebagai Bapa yang penuh kerahiman.

SPIRITUALITAS KRISTIANI

Kemampuan untuk menyadari kehadiran Yang Ilahi dalam batin dapat dikembangkan. Inilah yang terjadi dalam pelbagai tradisi spiritualitas dalam macam-macam agama. Juga dalam tradisi kristiani. Spiritualitas kristiani sepanjang zaman tumbuh dari iman dan pengalaman akan misteri Tritunggal sebagai kesatuan daya-daya ilahi seperti diuraikan di atas tadi. Diakui dalam tradisi ini bahwa tak mungkin orang sampai kepada Yang Ilahi secara utuh kecuali lewat Putra dan dikuatkan oleh Roh. Dalam hubungan ini misteri Tritunggal bukanlah sebuah gagasan belaka melainkan pengalaman rohani. Juga tidak terbatas pada pengalaman akan kehadiran Yang Ilahi dalam pengalaman religius pada umumnya. Orang maju lebih jauh. Yang Ilahi ini dapat dikenal lebih lanjut lewat kata-kataNya dan kekuatanNya. Karena itu dapat dikatakan tradisi spiritualitas kristiani juga berpusat pada Kristus. Dialah yang membuat orang sampai pada pengalaman akan daya-daya ilahi yang membawa manusia ke dalam kesatuan dengan Yang Ilahi sendiri. Injil Yohanes, terutama Yoh 15-17, dapat memperdalam pengalaman ini.

Pembicaraan di atas perlu dipertajam. Dengan pengalaman religius dimaksud kepekaan yang ada dalam diri manusia untuk mencerap kehadiran yang keramat. Orang dapat menolak, menyangkal, atau tak ambil pusing, tetapi kepekaan ini tetap ada. Bahkan dapat dikatakan kepekaan ini bawaan dan alamiah sifatnya. Sudah termasuk konstitusi manusia seperti halnya kemampuan memakai bahasa. Analogi dengan kemampuan berbahasa dapat membantu lebih jauh. Dikatakan semua orang mampu berbahasa, tetapi tidak semua orang dapat mengarang atau menikmati karya seni sastra. Menghasilkan dan menikmati seni sastra mengandaikan kemampuan berbahasa tetapi tidak identik dengannya. Kepekaan religius, kemampuan mengalami kehadiran Yang Ilahi ada dalam diri semua orang, tetapi tidak semua orang begitu saja dapat mengembangkan spiritualitas atau kerohanian sejati. Perlu tuntunan dan pengarahan.

BUKAN PENGALAMAN RELIGIUS SEMATA-MATA

Uraian di atas menjelaskan mengapa spiritualitas kristiani tidak sama dengan pendalaman pengalaman religius belaka. Pada titik tertentu orang perlu melangkah mengikuti warta Injili. Ringkasnya begini. Dalam pengalaman religius orang mencapai kepuasan bila merasa menemukan hubungan dengan Yang Ilahi, baik yang mencengkam maupun yang mempesona. Di situ orang tidak merasa sendiri melainkan mendapati diri di hadapan Yang Ilahi. Namun di lain pihak inti kerohanian kristiani terletak dalam mengikuti Yesus Kristus yang makin membuat orang makin mengenal siapa Yang Ilahi tadi dan bukan berhenti pada pengalaman religius melulu. Dalam perspektif Injili, Yesus Kristus itu dia yang membuat orang mempercayai bahwa Yang Mahakuasa ialah dia yang memperhatikan manusia sebagai seorang bapa yang baik. Inilah yang menyempurnakan pengalaman religius menjadi kerohanian sejati. Hal ini pernah juga dibicarakan dalam hubungan dengan Mrk 10:17-30 menyangkut pertanyaan seorang pemuda bagaimana caranya mencapai hidup kekal. Lihat Dag-Dig-Dug...Byaar! (Yogyakarta: Kanisius 2004) hal. 15-22.

Belum cukup bila kehadiran Gereja di dunia dimengerti sebagai upaya menumbuhkan pengalaman religius. Gereja baru mulai berarti bila dapat menyempurnakannya menjadi kerohanian yang utuh. Bila ini terjadi, maka orang-orang yang menghayatinya akan dapat mengalami kehadiran Roh Kebenaran yang dibicarakan dalam Injil hari ini. Tugas Gereja bukan hanya membuat orang menerima kehadiran Yang Ilahi melainkan juga membawa orang kepada Kristus yang diwartakan Injil. Perjumpaan dengan dia-lah yang kemudian membuat orang menyadari dari mana sesungguhnya asal kekuatan-kekuatan ilahi itu. Oleh karena itu tak mengherankan bila dalam sejarahnya, Gereja butuh terus diperkaya oleh spiritualitas yang dikembangkan di dalam tarekat-tarekat religius. Sekaligus dapat pula dikatakan bahwa krisis dalam Gereja biasanya berawal pada kehidupan spiritual yang tidak lagi mampu menyapa orang-orang sezaman. Spiritualitas yang sejati - yang berpusat pada Kristus - akan berusaha agar tetap mampu menyapa orang dari zaman yang berbeda-beda. Dalam keadaan sekarang, sebut saja advokasi kaum terpojok, termasuk perempuan, pelayanan kaum pengungsi, pendampingan orang-orang yang berurusan dengan fenomen paranormal (!), menumbuhkan keadaban dalam masyarakat majemuk, perumusan gagasan-gagasan teologi yang segar, pencaharian hermeneutika yang cespleng dan tidak berhenti pada yang itu itu saja. Spiritualitas yang menutup diri dan membatasi diri pada pengalaman religius belaka akan mandul dan hanya akan membawa Gereja masuk ke dalam museum.


Salam hangat,
theodorus aris

November 27, 2008

I is SMOKER to......

7 Maret 08

Aku juga perokok, aku mulai merokok saat aku masih SD, waktu itu aku merokok dari puntung rokok bapakku (surya 16,gudang garam merah,class mild) lama-kelamaan hal itu menjadi kebiasaan...memang aku saat itu belum cukup umur untuk menikmati barang panjang dan manis itu.(wajarlah masih SD lo!!!) tetapi kebiasaan merokok tak kunjung hilang? Sampe kebawa aku SMP,,,karena waktu SMP ada tes saringan anggota XAKOC (Xaverius Kotabumi Club) atau seleksi anggota basket untuk perwakilan sekolah,aku sementara berhenti merokok sampe dengan kelas 3 SMP...pulang sekolah nan terik sinar mentari yang menyengat kulit bersama dengan teman-teman sekolah SMP aku dan maradona selalu mampir ke rental playstation untuk menghilangkan penat belajar dan tak lupa sebungkus sampoerna mild ada didepan kami...mulai aku menginjak seminari aku buang rokok jauh2..tapi kenapa ada kakak kelas yang merokok???yah ikut2 lah....
Sampai saat ini pun aku masih merokok, banyak yang bilang kalau orang perokok itu gengsi,hebat dll. Bagi ku itu semua = BULLSHIT...!!! mengapa sih kita merokok???apa tak ada yang bisa diganti dengan rokok???rokok membuat kita kecanduan setelah menghisapnya..tapi kenapa aku juga terus menghisap???menghilang rokok memang tak gampang?butuh perjuangan yang berat...tapi aku merokok yah klo lagi ada uang,bapak ku juga pesen “ le ojo ngrokok nek ra ndue duit...nek arep ngrokok kerjo ndisek...mengko ra enek diut goro2 arep ngrokok koe malah maling duite wong” tu pesen yang berarti buat seorang aris....pesan itulah yang buat aku tak selalu merokok....hanya waktu pulang liburan saja rokok bapaku sering cepat habis karena ya....setiap mau ke WC kuambil 1 dan setelah makan kuambil 1 juga....heheh maav pak.....tentunya masih banyak cerita diriku ttg rokok...kapan-kapan lagi deh cerita nya.....

MBANDIT....!!!!!!

6 MARET 2008

HUAHAA.......gile2.....
kejenuhan malam di isi dengan hukuman bagi kelas syntaxis
Coba deh bayangin, menghabiskan rokok 4 bungkus dalam waktu 19.30-21.30.....
Smokers berat aja belum tentu sanggup??gila tu bruder,nyiksa anak orang...ntar klo orang yang dihukum itu kena radang tenggorokan dan radang paru2 mau apa???emang sih merokok hal yang dilarang bagi seminaris,tapi yah jangan githu ah....pikir diri sendiri apakah anda merokok???anda merokok juga kan???padahal di seminari ada peraturan dalam formatio, yang berisikan bahwa “dilarang merokok diseminari” nah...kenapa tu ci bruder malah ngerokok???apa yang harus mentaati formatio hanya kalangan seminaris sedangakan kalangan staff TIDAK??? Huh egoisnya dunia seminari palembang ini!!!
Aku juga perokok,mungkin salah satu anggota yang tercantum dalam lembar kertas putih Br. Triantoro SCJ...buat aku sih ga jadi masalah karena rokok bukan hal yang tabu...bagiku wajar bila ada seminaris merokok...mereka juga kan anak muda,apalagi umur-umur mereka itu saatnya begitu...memang harus berbeda pribadi dan kelakuan tak seperti anak muda di luar...tapi ya masa tak ada pemakluman???apa dulu semua romo,bruder dll waktu muda tak merokok????maka itu berilah bimbingan yang tepat bagi mereka yang merokok...boleh merokok asal jangan berlebihan dan merokok ada waktunya,jangan sampai menggangu orang lain yang tidak merokok,karena perokok pasif lebih parah....yah aku belum saja ditanya-tanyai ttg aku merokok...yang jelas rokok adalah pelampiasanku dalam segala hal...hanya 500 rupiah aku bisa melampiaskan perasaanku....rokok bagiku bukan hal yang dilarang,tetapi jangan selalu tergantung dengan rokok,karena rokok bukanlah hal yang utama...kejenuhan dan kebosanan bisa membuat seminaris cenderung ke rokok termasuk saya sendiri...tapi buatlah rutinitas menjadi hal yang bukan semata-mata hal membosankan,kreatiflah tanpa rokok,...berpikirlah tanpa rokok,bekerjalah tanpa rokok,merenung tanpa rokok. Bila semua itu dilakukan pasti hidup akan awet tapi kalau hal itu tidak dilakukan???
Matilah dengan rokok!

November 14, 2008

membuat hidup menjadi lebih hidup

perjalanan hidup yang panjang dan penuh dengan tantangan setelelah lepas dari pekerjaan di PT Citranusa KS rasanya beban terasa lebih ringan. padahal aku menumpang di rumah bapak made di sako kenten. ada perasaan tidak enak waktu menumpang.selama perjalanan aku mencari kerja mencari dan mencari tiada satu pun diterima. TUHAN SUNGGUH MENGUJI KESABARAN DIRIKU. di panggil di JM GROUP . dealer Suzuki tetapi satu pun tak ada yang diterima.mengapa hal ini terjadi padaku?aku sempat berpikir Tuhan meninggalkan diriku saat aku mengalami kesulitan yang sangat susah untuk aku hadapi.bahkan sepeser uangpun tidak aku pegang sama sekali. tuhan sangat kejam memberi tantangan yang begitu berat padaku yang mau tidak mau harus aku jalani dengan segala kekurangan dan kelemahanku. aku sungguh berterima kasih dengan keluarga bpk made karena yang kurang lebih menyediakan makanan tempat tinggal padaku..disini Tuhan berkarya dengan tangan orang lain sungguh aku sangat bersukur terlebih atas engkau hadirkan yovita padaku. memberiku semangat nasihat begitu banyak bantuan yang dia lakukan padaku, seharusnya aku malu dengan apa yang aku alami waktu itu. tetapi aku tetap saja menjalaninya dengan penuh syukur. kurang lebih sebulan lebih aku menumpang di tempat bapak made aku putuskan untuk pindah, awalnya aku bingung mau tinggal di mana? hal ini di karenakan aku tak boleh lagi tinggal di sana dikarenakan pak made memiliki anak gadis, lagian dalam benakku sungguh oran bodoh yang sampai melihat kesana tapi ya sudahlah...awal bulan aku memperoleh pekerjaan di penerbit ELEK MEDIA KOMPUTINDO sebagi seorang checker awal yang baik da mulus aku belajar dari sang bos aku sendiri dengan penuh canda dan tawa. tetapi sayangnya saat aku telah memperoleh pekerjaan yang baik untukku, tetapi aku melihat temanku yang telah terikat oleh batin menjadi sahabat. sahabat dari SMP dulu..aku melihat dia prustasi untuk mencari pekerjaan. lamar kesana kesini tidak ada satupun yang pas buat dia..dalam sebuh lamunan aku merasa iba akhirnya aku putuskan untuk memberikan pekerjaanku padanya,,,biaralah semua Tuhan yang telah merencanakannya bukan aku yang merencanakan. akhirnya di pertengahan bulan November aku melamar di perpustakaan ST. MUsi di kampusku sendiri...syukur puji Tuhan aku diterima,,alangakah mulusnya jalankulepas sehari aku keluar besok aku mendapatkan kerja yang baru kembali...memang penghasilan tak sebesar waktu aku menjadi checker dulu tapi biarlah aku percaya Tuhan pasti membuat kebutuhanku cukup...tak ada yang lebih indah dari buah perjalan hidup yang aku jalani selama ini..perasaan di khianati, dibicarkan orang, dijelek-jelekan, di cemooh,,biarlah aku mencoba itu berlalu saja dalam tiupang angin. aku hanya menjalani suratan takdir yang diberikan Tuhan padaku. amin

September 27, 2008

Siapa yang tidak marah bila di bohongi?

hal ini terjadi saat aku bekerja di PT Citranusa Karya Semesta yang bergerak di bidang PJTKI (penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia)...awal yang baik tetapi akhir yang buruk. aku harus menelan pahit-pahit begitu banyak cercaan yang menimpa diriku. rasanya seperti tersayat dengan kulit bambu yang nilu...hal ini bukan mengenai penghasilanku di kantor, tetapi aku merasa apa yang aku lakukan di kantor selalu salah dan salah. entah itu benar tetap saja salah apa lagi salah. rasanya semua pekerjaan aku lakukan dengan baik. jujur selama aku hidup aku belum pernah begini..aku selalu menepati janji..orang2 yang kenal dengan akupun tidak pernah merasakan aku ini sebagai batu hambatan mereka. tetapi kenapa saat aku disini aku selalu di MARAH!...btw dengan gaji..kata bu merry gaji bulan ke tiga (Agustus)akan naik tapi tak jadi..yah aku sih okelah tak apa karena umumnya training pekerjaan itu 3 bulan..jadi di tunda bulan besok..saat terima gaji di bulan september masyaallah..gajiku masih juga tetep..kenapa bisa begini? janji yang tak pernah di tepati??bisanya hanya membuat janji tetapi tak pernah selalu di tepati!..aku paling tidak suka dengan orang yang begini!..tanggal ini aku putuskan untuk mengundurkan diri dari kantor. apa lagi di tambah dengan bapak kesuma dan bu merry yang bercerita ke romo bono kalau penghasilan ku 700rb dan tempat sudah ada makan tinggal makan..padahal tidak seperti itu...aku harap romo bono tidak berpengaruh oleh perkataan mereka..karena aku tahu bagaimana seorang romo..apa lagi dengan umat yang sugih...(maav) itu sudah kenyataan karena saya sudah tinggal selama tiga tahun bersama para romo..sekali tidak tetap tidak itu lah ARIS....biarpun gaji di tambah aku tetap menolak. mengapa? krena akumenarik perkataan dari awal...bulan ke empat naik..tapi kenyataan nya tidak..aku jelas sakit hati..ingatlah hidupku bukan hanya di sini saja..Tuhan Yesusu pasti menuntunku menuju jalan yang baru..menuntunku entah kemana aku pergi..aku yakin Dia pasti menyertaiku.....biarlah mereka berkata apa yang tahu hanya Aku dan Dia yang mengutus aku....